Arsip Kategori: Fatwa Ulama

Bagaimana Agar Terbebas dari Was-Was?

hati-sakit

Fatwa Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah

Soal:

Saya adalah seorang lelaki yang sering was-was dalam berbagai keadaan. Ketika saya mau pergi melewati suatu jalan, rasa was-was menentang keinginan saya dan menyuruh untuk menempuh jalan lain. Ketika saya mau makan suatu makanan, setan membuat saya was-was bahwa makanan itu tidak baik atau makanan itu berbahaya. Sedangkan saya juga orang yang takut bernadzar, karena ragu bisa menunaikannya atau tidak. Tolong beri saya arahan. Lanjutkan membaca Bagaimana Agar Terbebas dari Was-Was?

Iklan

Hukum Mengunjungi Gua Hira Dan Tempat Bersejarah Lainnya Ketika Haji

cave-of-hiraFatwa Al Lajnah Ad Daimah Lil Buhuts Wal Ifta’

Soal:

Banyak kejadian jatuhnya beberapa jamaah haji ketika mereka naik ke gunung Jabal Nur atau ketika turun setelah mengunjungi gua (Hira). Dan sebagian orang mengusulkan untuk membuat tangga yang membantu orang agar bisa menuju gua, lalu menutup jalan-jalan lain dengan pintu besi. Jadi hanya ada satu jalan untuk menuju ke sana, baik untuk naik atau turun.

Jawab: Lanjutkan membaca Hukum Mengunjungi Gua Hira Dan Tempat Bersejarah Lainnya Ketika Haji

Menuntut Ilmu Agama Ataukah Jihad?

Sunshine Forest Summer landscape wallpaperSoal:

Apakah afdhol saat ini untuk  berjihad di jalan Allah ataukah menuntut ilmu (agama) sehingga dapat bermanfaat pada orang banyak dan dapat menghilangkan kebodohan mereka? Apa hukum jihad bagi orang yang tidak diizinkan oleh kedua orang tuanya, namun ia masih tetap pergi berjihad? Lanjutkan membaca Menuntut Ilmu Agama Ataukah Jihad?

Mengenal LDII?

aliran-ldii-jokam-354

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ، يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ، وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ، وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ، وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ، وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ، قِيلَ: وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ؟ قَالَ: الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ

Akan datang di tengah umat manusia tahun-tahun penuh penipuan. Pendusta dianggap jujur, orang jujur dituduh pendusta. Pengkhianat diberi amanah, orang amanah dituduh pengkhianat, dan ruwaibidhah angkat bicara.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, ‘Apa itu Ruwaibidhah?’

Jawab beliau, ’Orang bodoh yang berbicara masalah umat islam.’ (HR. Ahmad 7912, Ibnu Majah 4036, dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).

Sungguh benar apa yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas. Lanjutkan membaca Mengenal LDII?

Fatwa Ulama: Bolehkah Meletakkan Al Qur’an Di Lantai?

image

Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin

Soal:

Apakah hukum meletakkan mushaf Al Qur’an di bawah yaitu di atas lantai masjid? Sebagian orang ada yang memfatwakan bahwa hal itu bisa menyebabkan kekufuran.

Lanjutkan membaca Fatwa Ulama: Bolehkah Meletakkan Al Qur’an Di Lantai?

Fatwa Ulama: Tarawih Keliling

image

“Tarawih keliling” adalah kebiasaan sebagian orang yang berpindah-pindah masjid untuk shalat tarawih. Diantara alasannya adalah ingin merasakan menjadi makmum dari imam-imam yang suaranya bagus atau sekedar ingin memiliki experience shalat tarawih di beberapa masjid. Lanjutkan membaca Fatwa Ulama: Tarawih Keliling

Kekeliruan Pensyariatan Waktu Imsak

5hphn0hckr0Syaikh ‘Abdul Aziz bin ‘Abdillah bin Baz –pernah menjabat sebagai ketua Al Lajnah Ad Da-imah (Komisi fatwa di Saudi Arabia)- pernah ditanya, “Beberapa organisasi dan yayasan membagi-bagikan Jadwal Imsakiyah di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Jadwal ini khusus berisi waktu-waktu shalat. Lanjutkan membaca Kekeliruan Pensyariatan Waktu Imsak

Apakah Kejahilan Seseorang Akan Dihisab?

Fatwa Al Lajnah Ad Daimah Lil Buhuts Wal Ifta’

Soal:

Apakah orang yang jahil atau orang awam tidak akan dihisab dalam hal-hal yang tidak ia ketahui? Ataukah mencari ilmu itu wajib baginya?

Jawab:

Orang yang jahil (tidak paham agama) tidak boleh tetap ingin berada dalam kejahilannya. Bahkan wajib baginya untuk belajar (agama) dalam perkara-perkara yang memang wajib untuk dipelajari dalam agama, yang tidak diberi toleransi untuk tidak mengetahuinya. Dan wajib baginya untuk bertanya kepada ahli ilmu (dalam masalah tersebut). Allah Ta’ala berfirman:

َنوُمَلْعَتَالْمُتْنُك ْنِإِرْكِّذلاَلْهَأ اوُلَأْساَف

“bertanyalah kepada ahludz dzikri jika kalian tidak mengetahui” (QS. An Nahl: 43).

Jika orang tersebut tetap berada dalam kejahilannya (baca: tidak mau belajar), padahal ada orang yang bisa mengajarinya al haq atau tempat ia bertanya tentang al haq, maka ia berdosa.

Wabillahi at taufiq, wa shallallahu ‘ala nabiyyina muhammadin, wa alihi wa shahbihi wasallam.

Al Lajnah Ad Daimah Lil Buhuts Wal Ifta’

Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz (ketua) Abdullah bin Ghuddayan (anggota) Shalih Al Fauzan (anggota) Abdul Aziz Alu Asy Syaikh (anggota) Bakr Abu Zaid (anggota)

Sumber: http://www.alifta.net/fatawa/fatawaDetails.aspx? View=Page&PageID=14425&PageNo=1&BookID=3

Penerjemah: Yulian Purnama

Artikel Muslimah.Or.Id

Bolehkah Hafalan Alqur’an dijadikan Sebagai Mahar

Penggemar-Heavy-Metal-Itu-Takluk-Dengan-Keindahan-Alquran

Mahar secara bahasa artinya mas kawin, yaitu sesuatu yang diserahkan suami kepada istrinya dalam akad nikah. Sedangkan secara istilah, mahar artinya,

أنه العوض في النكاح سواء سمي في العقد أو فرض بعده ، بتراضيهما أو الحاكم

“barang yang diserahkan dalam pernikahan, baik disebutkan dalam akad atau diwajibkan setelahnya, Lanjutkan membaca Bolehkah Hafalan Alqur’an dijadikan Sebagai Mahar

Apakah Taklid Itu Haram

taqlidBagaimanakah hukum taklid itu sendiri, apakah dibolehkan atau diharamkan? Taklid yang dimaksudkan Lanjutkan membaca Apakah Taklid Itu Haram